Melahirkan di Indonesia

Kelahiran di Indonesia meningkat aksesnya, namun kekurangan dokter kandungan, ketimpangan fasilitas, dan keterlambatan layanan masih memicu kematian ibu dan bayi.
Bagi banyak keluarga, proses melahirkan adalah momen paling menentukan dalam kehidupan. Namun bagi sebagian ibu di Indonesia, persalinan masih menjadi peristiwa yang berisiko tinggi. Ketika akses layanan kesehatan terbatas atau penanganan terlambat, kelahiran yang seharusnya membawa kehidupan baru justru bisa berujung pada tragedi.
Angka kematian ibu masih menjadi indikator penting kualitas layanan kesehatan suatu negara. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia menunjukkan angka kematian ibu di Indonesia masih berada di kisaran 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding beberapa negara tetangga di Asia Tenggara yang telah berhasil menekan kematian ibu hingga di bawah 100 per 100.000 kelahiran.
Selain ibu, bayi baru lahir juga menghadapi risiko besar. Angka kematian bayi di Indonesia tercatat sekitar 16 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Banyak kasus terjadi pada hari-hari pertama kehidupan, ketika komplikasi kelahiran atau gangguan pernapasan tidak segera ditangani.
Sebagian besar kematian ibu sebenarnya dapat dicegah. Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia), infeksi, serta komplikasi persalinan. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis yang cepat dan tenaga kesehatan yang terlatih.
Akses terhadap tenaga medis menjadi faktor penting dalam keselamatan persalinan. Indonesia memiliki sekitar 3.000 lebih dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) untuk melayani lebih dari 280 juta penduduk. Jumlah ini sangat terbatas, terlebih ketika distribusinya tidak merata antara kota besar dan daerah terpencil.
Di kota-kota besar, rumah sakit biasanya memiliki dokter spesialis kandungan dan fasilitas persalinan yang lengkap. Namun di banyak daerah, ibu hamil masih harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan dokter obgyn. Ketika komplikasi terjadi, keterlambatan mencapai rumah sakit dapat meningkatkan risiko kematian.
Sistem rujukan juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak kasus kematian ibu terjadi karena pasien terlambat dirujuk dari fasilitas kesehatan dasar ke rumah sakit yang memiliki kemampuan operasi caesar atau penanganan komplikasi kehamilan.
Organisasi kesehatan dunia World Health Organization menyebut bahwa sebagian besar kematian ibu di dunia sebenarnya bisa dicegah dengan akses layanan persalinan yang aman, tenaga medis terlatih, serta sistem rujukan yang efektif.
Secara global, sekitar 287.000 perempuan meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Sebagian besar kematian tersebut terjadi di negara berkembang dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Indonesia sebenarnya telah mengalami kemajuan dalam memperluas akses layanan persalinan. Semakin banyak ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan dibandingkan beberapa dekade lalu. Program jaminan kesehatan nasional juga membantu memperluas akses masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
Namun peningkatan akses belum selalu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Banyak rumah sakit daerah menghadapi keterbatasan ruang bersalin, peralatan medis, serta tenaga dokter spesialis.
Selain itu, kualitas pemeriksaan kehamilan juga memengaruhi keselamatan persalinan. Pemeriksaan rutin selama masa kehamilan penting untuk mendeteksi risiko seperti tekanan darah tinggi, anemia, atau posisi janin yang tidak normal.
Dalam beberapa kasus, faktor sosial juga memengaruhi keselamatan ibu dan bayi. Pernikahan usia muda, kurangnya edukasi kesehatan reproduksi, serta keterlambatan mengambil keputusan medis dapat memperbesar risiko komplikasi.
Kementerian Kesehatan terus mendorong penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk melalui peningkatan kapasitas rumah sakit dan puskesmas dalam menangani persalinan. Program rujukan maternal juga diperkuat agar ibu hamil dengan risiko tinggi dapat segera mendapatkan penanganan.
Pada akhirnya, keselamatan ibu dan bayi saat melahirkan adalah ukuran penting kualitas sistem kesehatan. Ketika fasilitas kesehatan kuat, tenaga medis tersedia, dan sistem rujukan berjalan baik, persalinan dapat berlangsung aman. Namun ketika layanan kesehatan belum merata, proses melahirkan masih bisa menjadi pertaruhan hidup bagi banyak ibu di Indonesia.
Artikel Lainnya
Lihat semua →
Bagi Silmy Karim, Warga Negara Asing Boleh Tinggal Asal Bayar
Dokumen KITAS yang seharusnya menjadi layanan administratif, menjadi komoditas.

Amerika Serikat Meminta AI untuk Mengatur Serangan ke Iran

Larangan Main Medsos untuk Anak Indonesia Baik Secara Tujuan, Tapi Rentan Secara Kebijakan
