Gula-Gula Kemanisan yang Membahayakan

Konsumsi gula masyarakat tinggi memicu diabetes dan penyakit kronis, sementara pencegahan dan pengendalian pola makan masih menjadi tantangan.
Minuman manis, teh kemasan, kopi gula, hingga berbagai jajanan manis menjadi bagian dari keseharian banyak masyarakat Indonesia. Rasa manis memang memberi kenikmatan cepat, tetapi konsumsi gula berlebih menyimpan risiko kesehatan yang semakin nyata.
Organisasi kesehatan dunia World Health Organization merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 50 gram per hari, atau sekitar empat sendok makan untuk orang dewasa. Bahkan untuk manfaat kesehatan yang lebih baik, konsumsi ideal disarankan di bawah 25 gram per hari.
Namun kebiasaan konsumsi gula masyarakat sering kali jauh melebihi batas tersebut. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan rata-rata konsumsi gula masyarakat Indonesia mencapai sekitar 15–20 sendok teh per hari, terutama melalui minuman manis dan makanan olahan.
Konsumsi gula berlebih menjadi salah satu faktor utama meningkatnya penyakit tidak menular, terutama diabetes. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah secara normal.
Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat dalam dua dekade terakhir. Data International Diabetes Federation memperkirakan lebih dari 19 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes, menjadikan Indonesia salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia.
Selain itu, jutaan orang lainnya diperkirakan berada pada kondisi pradiabetes, yaitu kadar gula darah yang sudah tinggi tetapi belum masuk kategori diabetes. Tanpa perubahan gaya hidup, kelompok ini berisiko besar berkembang menjadi penderita diabetes dalam beberapa tahun.
Secara global, diabetes telah menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar. International Diabetes Federation memperkirakan sekitar 537 juta orang dewasa di dunia hidup dengan diabetes pada 2021, dan jumlah ini diperkirakan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.
Penyakit ini sering disebut sebagai “silent disease” karena gejalanya tidak selalu terasa pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui kondisi mereka setelah muncul komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, atau penyakit jantung.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengingatkan bahwa peningkatan penyakit tidak menular seperti diabetes menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional.
Menurutnya, perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat berperan besar dalam meningkatnya kasus penyakit metabolik. Konsumsi gula berlebih, kurang aktivitas fisik, serta pola makan tinggi kalori menjadi faktor yang mempercepat munculnya diabetes.

Selain dampak kesehatan, diabetes juga membawa beban ekonomi besar. Pengobatan penyakit ini membutuhkan perawatan jangka panjang, termasuk pemeriksaan rutin, obat penurun gula darah, hingga perawatan komplikasi yang mahal.
Penanganan diabetes di Indonesia dilakukan melalui berbagai program, mulai dari skrining kesehatan masyarakat hingga penguatan layanan pengobatan di fasilitas kesehatan primer. Namun upaya pengendalian penyakit ini tetap membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.
Para ahli kesehatan menekankan bahwa pencegahan diabetes sebenarnya relatif sederhana: mengurangi konsumsi gula, menjaga berat badan, serta meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
Beberapa negara bahkan mulai menerapkan kebijakan pengendalian konsumsi gula melalui pajak minuman manis atau pembatasan iklan makanan tinggi gula, terutama untuk melindungi anak-anak dari konsumsi berlebihan sejak dini.
Pada akhirnya, rasa manis memang menjadi bagian dari budaya makan banyak masyarakat. Namun ketika konsumsi gula tidak terkendali, dampaknya bisa sangat pahit bagi kesehatan. Mengendalikan gula dalam makanan sehari-hari menjadi langkah penting untuk mencegah lonjakan penyakit kronis yang dapat membebani sistem kesehatan di masa depan.
Artikel Lainnya
Lihat semua →
Bagi Silmy Karim, Warga Negara Asing Boleh Tinggal Asal Bayar
Dokumen KITAS yang seharusnya menjadi layanan administratif, menjadi komoditas.

Amerika Serikat Meminta AI untuk Mengatur Serangan ke Iran

Larangan Main Medsos untuk Anak Indonesia Baik Secara Tujuan, Tapi Rentan Secara Kebijakan
