Ferry Joko Juliantono
Tokoh

Ferry Joko Juliantono

Ferry Joko Juliantono adalah Menteri Koperasi Indonesia yang menjabat sejak 8 September 2025, dikenal sebagai aktivis dan politikus dari Partai Gerindra.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Ferry Joko Juliantono, lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967, adalah Menteri Koperasi Republik Indonesia sejak 8 September 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi sejak 21 Oktober 2024. Ia merupakan politikus dari Partai Gerindra, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Bidang Penggalangan Massa periode 2020-2025. Ferry pernah memulai karier politiknya di Partai Demokrat pada tahun 2010.

Ferry menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 1993. Ia kemudian meraih gelar Magister dari Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dengan jurusan Studi Hubungan Internasional kekhususan Ekonomi Politik Internasional pada tahun 2006. Selain pendidikan formal, Ferry juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar. Ia menikah dengan Ir. Sita Komaladewi dan memiliki dua orang anak.

Ferry dikenal sebagai seorang aktivis yang menyuarakan kepentingan rakyat, bahkan pernah menjadi tahanan politik pada tahun 2008 karena memimpin demonstrasi menolak kenaikan harga BBM. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi petani, buruh, dan nelayan. Sejak tahun 2005, ia menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia dan Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan). Selain itu, Ferry juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Syarikat Islam periode 2021-2026 dan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) periode 2024-2028.

Karakter kepemimpinan Ferry terbentuk dari pengalamannya sebagai aktivis dan organisatoris. Ia dikenal inklusif dan bersuara untuk kelompok marginal. Gaya kepemimpinannya juga tercermin dari berbagai posisi yang diembannya di organisasi kemasyarakatan dan kepartaian.

Ferry memiliki perhatian besar pada isu-isu kebijakan publik, agraria, dan pembangunan rakyat. Ia banyak terlibat dalam organisasi yang memperjuangkan ekonomi kerakyatan dan memiliki pengalaman panjang dalam gerakan koperasi. Dalam spektrum politik, Ferry mewakili arus pemikiran yang berorientasi pada ekonomi kerakyatan dan keadilan sosial.

Berita Terkait