Stella Christie
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Indonesia; pakar ilmu kognitif dan profesor di Universitas Tsinghua.
Biografi
Stella Christie, lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 11 Januari 1979, adalah seorang akademisi dan ilmuwan kognitif yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia. Ia menjabat sejak 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Sebelum terjun ke pemerintahan, Stella dikenal sebagai profesor di Universitas Tsinghua, Beijing, Tiongkok, tempat ia juga menjabat sebagai Ketua Riset di Laboratorium Otak dan Intelijen Tsinghua serta Direktur Pusat Kognisi Anak.
Stella menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, di Sekolah Santa Ursula. Ia menerima beasiswa ASEAN dari Pemerintah Singapura dan beasiswa dari United World College untuk melanjutkan pendidikan di Red Cross Nordic United World College di Norwegia. Pada tahun 1999, ia memperoleh beasiswa penuh dari Universitas Harvard dan lulus *magna cum laude* pada tahun 2004. Ia melanjutkan studi doktoral di Universitas Northwestern dan meraih gelar Ph.D. di bidang psikologi kognitif pada tahun 2010.
Setelah menyelesaikan penelitian pascadoktoral di Universitas British Columbia, ia kembali ke Amerika Serikat dan menjabat sebagai Asisten Profesor di Swarthmore College. Pada tahun 2018, ia menerima tawaran dari berbagai universitas di Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok, dan memilih untuk pindah ke Universitas Tsinghua. Di sana, ia diangkat sebagai Profesor penuh pada tahun 2022. Selain itu, ia juga merupakan anggota Dewan Pengurus *Cognitive Science Society* dan aktif sebagai penasihat ilmu pengetahuan dan pendidikan untuk pemerintah Indonesia.
Sebagai seorang ilmuwan kognitif, penelitian Stella Christie berfokus pada hakikat relasional dari kecerdasan manusia. Ia berhipotesis bahwa kemampuan kognitif manusia berakar pada kapasitas untuk memahami dan memproses hubungan, mulai dari konsep sederhana hingga tugas-tugas kompleks. Gaya kepemimpinannya di bidang akademik tercermin dalam kemampuannya menjembatani kesenjangan antara akademisi dan industri, serta mendorong kolaborasi riset baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam spektrum pemikiran, Stella Christie mewakili pendekatan ilmiah dan berbasis data dalam memajukan pendidikan tinggi dan inovasi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.
Pandangan
Riwayat Jabatan
- ? – SekarangWakil Menteri
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi