Farah Puteri Nahlia
Anggota DPR RI dari PAN, mewakili Jawa Barat IX, fokus pada isu pertahanan, hubungan internasional, dan pemberdayaan perempuan.
Biografi
Farah Puteri Nahlia adalah seorang politikus muda Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR RI untuk periode 2019-2024 dan terpilih kembali untuk periode 2024-2029. Mewakili daerah pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang), ia diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Lahir di Semarang pada 2 Januari 1996, Farah dikenal sebagai salah satu anggota DPR termuda, berhasil menduduki Senayan pada usia 23 tahun. Pada tahun 2025, ia terpilih sebagai Ketua Umum DPP Perempuan PAN (PUAN), menggantikan Intan Fauzi.
Farah merupakan putri dari Muhammad Fadil Imran, seorang pejabat tinggi di Kepolisian Republik Indonesia. Pendidikan dasarnya ditempuh di Sinarmas World Academy, Tangerang Selatan, sebelum melanjutkan studi ke Royal Holloway, University of London, Inggris, di mana ia meraih gelar sarjana dan magister di bidang Politik dan Hubungan Internasional. Pengalaman pendidikan di luar negeri ini memberikan perspektif global dalam pendekatan politiknya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Farah aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk menjadi relawan di Habitat for Humanity Indonesia dan program mengajar bahasa Inggris. Pengalaman ini mendorongnya untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat melalui jalur legislatif. Pada Pemilu 2019, ia berhasil meraih 113.263 suara, mengungguli petahana dan menaikkan suara PAN di dapilnya. Pada Pemilu 2024, perolehan suaranya meningkat menjadi 146.014.
Sebagai politikus muda, Farah dikenal ramah dan mudah bergaul, serta mampu menyampaikan pesan politik dengan gaya santai khas milenial. Di PAN, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP. Ia juga memiliki minat di bidang seni dan kewirausahaan, dengan mendirikan PT MASA Kreatif Indonesia, sebuah perusahaan rintisan di bidang desain.