Faisol Riza
Politisi PKB, aktivis 98, kini menjabat Wakil Menteri Perindustrian di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Biografi
Faisol Riza, lahir di Probolinggo, 1 Januari 1973, adalah seorang politikus dan aktivis Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Perindustrian dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sejak 21 Oktober 2024. Sebelumnya, Faisol Riza adalah anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewakili daerah pemilihan Jawa Timur II. Di PKB, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP.
Faisol Riza memulai pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama, kemudian melanjutkan ke MTs Nurul Jadid dan MA Nurul Jadid. Ia meraih gelar sarjana Ilmu Filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta dan gelar Magister Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang filsafat dan administrasi memengaruhi pendekatan analitisnya dalam politik dan kebijakan publik.
Karier politik Faisol Riza dimulai dari aktivisme pro-demokrasi pada era Orde Baru. Ia pernah menjadi Ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), organisasi yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Pada masa itu, ia menjadi korban penculikan aktivis pada tahun 1998. Setelah reformasi, Faisol bergabung dengan PKB pada tahun 2008 dan menduduki berbagai posisi penting di partai tersebut, termasuk Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta dan staf khusus di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Sebagai seorang politisi, Faisol dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas dan terbuka. Ia menekankan pentingnya dialog dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam mengelola organisasi, Faisol berorientasi pada peningkatan kapasitas dan profesionalisme kader. Ia juga dikenal dekat dengan kalangan muda dan milenial, serta aktif mempromosikan isu-isu terkait pemuda dan olahraga.
Faisol Riza banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Ia memiliki komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip keadilan sosial, toleransi, dan inklusi. Dalam spektrum politik Indonesia, Faisol menempatkan diri sebagai seorang nasionalis religius yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berorientasi pada kepentingan rakyat kecil. Ia dikenal sebagai pendukung gagasan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM).
Pandangan
Riwayat Jabatan
- ? – Sekarang