Evi Apita Maya
Evi Apita Maya adalah seorang notaris dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2019–2024 dan berlanjut ke periode 2024-2029. Ia dikenal karena meraih suara terbanyak pada Pemilu 2019, namun juga sempat menjadi sorotan karena kontroversi terkait foto dirinya yang dianggap "terlalu cantik".
Biografi
Evi Apita Maya lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, pada 17 November 1973. Ia berasal dari keluarga perantau Minang dan sejak muda menunjukkan minat pada bidang politik. Evi menempuh pendidikan S1 Hukum di Universitas Diponegoro dan S2 di Universitas Mataram dengan predikat cumlaude. Sebelum terjun ke dunia politik, Evi berprofesi sebagai notaris.
Kariernya di dunia politik dimulai dengan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pada awal reformasi, di mana ia menjabat sebagai wakil bendahara umum PAN NTB. Setelah Pemilu 2004, ia beralih ke Partai Hanura dan sempat menjabat sebagai bendahara umum Hanura NTB selama tiga periode. Evi juga pernah mencoba peruntungan sebagai calon anggota legislatif DPRD NTB dari Hanura pada Pemilu 2009 dan 2014, namun gagal meraih kursi. Pada Pemilu 2019, Evi mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dan berhasil terpilih dengan meraih 283.932 suara, menjadi peraih suara terbanyak dari NTB. Pada pemilu 2024, Evi kembali terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2024-2029 dengan perolehan 315.007 suara.
Kemenangan Evi pada Pemilu 2019 sempat diwarnai kontroversi terkait foto dirinya yang dianggap "terlalu cantik" dan diedit di luar batas kewajaran. Farouk Muhammad, calon anggota DPD petahana yang gagal terpilih kembali, menggugat Evi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hal ini. Namun, MK menolak gugatan tersebut. Isu foto "terlalu cantik" kembali mencuat pada tahun 2023, menjelang Pemilu 2024.
Sebagai anggota DPD, Evi Apita Maya berupaya untuk memperkuat peran DPD dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan pengawasan kebijakan dan memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi daerah. Pada tahun 2026, Evi menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB dan mendorong keterlibatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dalam rantai pasok bahan pangan program tersebut. Meskipun sempat didekati oleh beberapa tokoh untuk maju dalam Pilkada NTB, Evi menyatakan komitmennya untuk tetap fokus pada tugasnya sebagai anggota DPD RI.