Eva Dwiana
Eva Dwiana adalah Wali Kota Bandar Lampung periode 2021-2026 dan terpilih kembali untuk periode 2025-2030, menjadi wali kota perempuan pertama di kota tersebut.
Biografi
Hj. Eva Dwiana, yang akrab disapa Bunda Eva, adalah Wali Kota Bandar Lampung. Ia menjabat untuk periode 2021–2026 dan terpilih kembali untuk periode 2025–2030. Ia adalah politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelum menjadi wali kota, Eva Dwiana adalah anggota DPRD Provinsi Lampung selama dua periode, 2014–2019 dan 2019–2024. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandar Lampung pada periode 2011-2016.
Eva Dwiana lahir di Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada 25 April 1970. Ayahnya, Iskandar Zulkarnaen, berasal dari Muara Enim, Sumatera Selatan, dan ibunya, Dahniar, berasal dari Sumatera Barat. Ia menikah dengan Herman Hasanusi (Herman HN), yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Bandar Lampung selama dua periode (2010–2015 dan 2016–2021). Sebelum terjun ke politik, Eva Dwiana dikenal sebagai pimpinan Majelis Taklim Rachmat Hidayat, yang didirikannya pada 20 Oktober 2007, sebagai bentuk cintanya kepada mendiang putranya.
Karier politik Eva Dwiana dimulai dari DPRD Provinsi Lampung, mewakili Dapil Kota Bandar Lampung. Pada Pileg 2014, meski berada di nomor urut 10, ia berhasil meraih suara terbanyak dan duduk di Komisi III DPRD Provinsi Lampung. Pada Pileg 2019, Eva kembali memperoleh suara terbanyak. Pada tahun 2020, Eva Dwiana mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandar Lampung dan memenangkan Pilkada.
Sebagai pemimpin perempuan, Eva Dwiana dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki gaya kepemimpinan yang merangkul. Ia menempatkan pemberdayaan perempuan, ibu, dan anak sebagai prioritas strategis.
Eva Dwiana banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai keagamaan dan sosial. Hal ini terlihat dari aktivitasnya di Majelis Taklim Rachmat Hidayat dan perhatiannya terhadap pemberdayaan perempuan dan ekonomi kerakyatan. Dalam spektrum politik, ia mewakili arus populis dengan penekanan pada pelayanan publik dan kesejahteraan sosial.