Emil Elestianto Dardak
Wakil Gubernur Jawa Timur, politisi muda dengan latar belakang akademis kuat dan pengalaman di pemerintahan daerah.
Biografi
Emil Elestianto Dardak, lahir pada 20 Mei 1984, adalah Wakil Gubernur Jawa Timur sejak 2019 dan kembali terpilih untuk periode 2025-2030. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur. Sebelumnya, Emil sempat bergabung dengan PDI Perjuangan. Karier politiknya dimulai sebagai Bupati Trenggalek pada tahun 2016 hingga 2019.
Emil berasal dari keluarga yang memiliki akar kuat dalam Nahdlatul Ulama (NU) dan pemerintahan. Ayahnya, Hermanto Dardak, adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010-2014. Kakeknya dari pihak ayah adalah H. Mochamad Dardak, seorang tokoh kyai NU. Dari garis ibu, ia memiliki darah Letjen Anumerta Wiloejo Poespojudo, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional pertama di era Bung Karno. Emil menikah dengan artis Arumi Bachsin dan memiliki tiga orang anak.
Latar belakang pendidikan Emil Dardak sangat kuat. Ia meraih gelar Diploma dari Melbourne Institute of Business and Technology, kemudian melanjutkan S1 di Universitas New South Wales, Australia. Gelar S2 dan S3 diraih dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Ia menjadi lulusan termuda yang meraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan di Jepang pada usia 22 tahun. Sebelum terjun ke politik, Emil sempat berkarir di World Bank, Ogilvy, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Emil dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan berbasis inovasi. Ia menekankan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia juga aktif mendorong anak muda untuk terlibat dalam kebijakan publik dan inovasi sosial. Selain dikenal sebagai politisi, Emil juga memiliki bakat di bidang seni, yaitu menyanyi dan bermain musik.
Emil Dardak dipandang sebagai simbol kader muda Muslim yang berintegritas di ruang kekuasaan. Ia dianggap mewakili harapan akan kebangkitan generasi intelektual Muslim yang mampu membawa perubahan nyata. Emil aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya mengutamakan kebaikan dalam segala hal, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.