Edhie Baskoro Yudhoyono
Tokoh

Edhie Baskoro Yudhoyono

Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas, adalah politikus Partai Demokrat dan anggota DPR RI yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VII, serta menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2024–2029.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, adalah putra bungsu dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Kristiani Herrawati Yudhoyono. Ia lahir di Bandung pada 24 November 1980. Ibas menempuh pendidikan tinggi di Curtin University, Perth, Australia, meraih gelar Bachelor of Finance and E-Commerce. Kemudian, ia melanjutkan studi di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, memperoleh gelar Master of Science di bidang Ekonomi Politik Internasional. Ia juga meraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Karier politik Ibas dimulai saat ayahnya menjabat sebagai Presiden RI. Ia bergabung dengan Partai Demokrat, partai yang didirikan oleh SBY, dan terpilih menjadi anggota DPR RI sejak 2009. Ibas mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VII, yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Pada periode 2009-2014, ia berhasil meraih suara signifikan, dan terus terpilih kembali pada periode-periode berikutnya. Pada Pemilu 2024, Ibas kembali terpilih menjadi anggota DPR RI untuk keempat kalinya. Selain menjadi anggota DPR, Ibas juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat pada periode 2010-2015. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI periode 2024-2029.

Dalam kepemimpinannya, Ibas dikenal dekat dengan generasi muda dan aktif dalam berbagai organisasi. Sebelum terjun ke politik, ia terlibat dalam kegiatan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GMFKKPI), dan Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam. Gaya komunikasinya cenderung inklusif, berusaha merangkul berbagai elemen masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penguatan regulasi penyiaran dan mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar lebih relevan di era digital.

Basis ideologis Ibas dapat dilihat sebagai kelanjutan dari platform Partai Demokrat yang didirikan ayahnya: nasionalis moderat dengan penekanan pada pembangunan ekonomi yang inklusif dan keadilan sosial. Ia banyak memberikan perhatian pada isu-isu kesejahteraan petani dan pengembangan UMKM. Ibas juga menekankan pentingnya menjaga ekosistem dan keseimbangan alam.