Dzulfikar Ahmad Tawalla
Tokoh muda Muhammadiyah, kini menjabat Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Biografi
Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom, lahir di Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 28 April 1987. Ia adalah putra dari K.H. Ahmad Tawalla, seorang ulama yang aktif di Muhammadiyah. Saat ini, Dzulfikar menjabat sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mulai 21 Oktober 2024. Sebelumnya, ia terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2023-2027.
Dzulfikar menempuh pendidikan dasar hingga tinggi di Sulawesi Selatan. Ia merupakan alumni MTS Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin (2002), SMA Muhammadiyah Limbung (2005), dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Matematika dari Universitas Muhammadiyah Makassar (2013). Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari STIKOM Interstudi Jakarta (2021). Pendidikan di pesantren dan lingkungan Muhammadiyah telah membentuk karakter dan kepemimpinannya.
Kariernya di Muhammadiyah terentang sejak menjadi Sekretaris Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tingkat wilayah Sulawesi Selatan (2008-2010) dan Sekretaris Pimpinan Pusat IPM (2010-2012). Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 mendampingi Sunanto atau Cak Nanto. Pada 21 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Penunjukan ini menandai babak baru dalam kariernya, dari aktivis organisasi kemasyarakatan menjadi pejabat publik yang memiliki kewenangan dalam pemerintahan.
Dzulfikar dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kalangan akar rumput Muhammadiyah dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, ia mendorong kadernya untuk aktif dalam membina masyarakat dan menghadapi isu-isu terkini, termasuk polarisasi politik. Gaya kepemimpinannya cenderung inklusif dan kolaboratif, dengan mengutamakan dialog dan musyawarah dalam pengambilan keputusan.
Sebagai kader Muhammadiyah, Dzulfikar mewakili arus pemikiran Islam berkemajuan yang menekankan pada pembaharuan, pendidikan, dan aksi sosial. Ia memiliki perhatian khusus pada isu-isu kepemudaan, kebangsaan, dan perlindungan pekerja migran. Dalam spektrum politik nasional, ia cenderung berada di posisi tengah, dengan mengedepankan moderasi dan toleransi.
Riwayat Jabatan
- ? – SekarangDeputi
Wakil Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)