Dedie A Rachim
Tokoh

Dedie A Rachim

Dedie A Rachim adalah Wali Kota Bogor sejak 2025, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota dan staf KPK.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Dedie Abdu Rachim adalah Wali Kota Bogor ke-17 yang menjabat sejak 20 Februari 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024 mendampingi Bima Arya Sugiarto. Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 6 April 1966, Dedie menempuh pendidikan di sekolah Katolik Regina Pacis Bogor, kemudian melanjutkan studi Desain Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada tahun 2013, ia meraih gelar magister dari Universitas Indonesia dalam bidang Administrasi Publik. Istrinya, Devi Yantie, aktif sebagai Ketua Jabar Bergerak Kota Bogor dan Founder Seribu Kata Positif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Dedie Rachim berkarier di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bergabung dengan KPK pada tahun 2005 setelah lulus seleksi "Indonesia Memanggil". Selama di KPK, ia menduduki berbagai posisi penting, termasuk Direktur Dikyanmas dan Pelaksana Deputi Bidang Pencegahan. Pada Desember 2017, Dedie di пригласила Bima Arya untuk menjadi pasangannya dalam Pilkada Kota Bogor. Dedie kemudian mengundurkan diri dari KPK pada 27 Desember 2017, menjadi pejabat aktif KPK pertama yang mengundurkan diri untuk mengikuti pemilihan. Bersama Bima Arya, Dedie memenangkan Pilkada 2018 dan dilantik sebagai Wakil Wali Kota pada 20 April 2019. Pada Februari 2024, Dedie bergabung dengan PAN dan maju sebagai calon Wali Kota Bogor pada Pilkada 2024. Ia berhasil memenangkan pemilihan dan dilantik sebagai Wali Kota pada 20 Februari 2025.

Dedie Rachim dikenal memiliki integritas tinggi. Meskipun beragama Islam, ia mengenyam pendidikan di sekolah Katolik, menunjukkan keterbukaan dan toleransi. Ia mengaku tidak bercita-cita menjadi politisi sejak kecil, tetapi memiliki keinginan untuk berkontribusi lebih bagi masyarakat. Pengalamannya di KPK membentuknya menjadi pemimpin yang berkomitmen pada pemberantasan korupsi dan peningkatan pelayanan publik. Dedie juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor dan Ketua Perpani Kota Bogor.

Sebagai Wali Kota Bogor, Dedie mengusung konsep "Bogor smart, green, dan heritage" dalam master plan Kota Bogor 2045. Ia menekankan pentingnya membangun fondasi kota untuk generasi mendatang. Gaya kepemimpinannya inklusif dan terbuka, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan kota.