Dadang Supriatna
Dadang Supriatna adalah Bupati Bandung periode 2021-2026, dikenal karena pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan fokus pada ekonomi lokal.
Biografi
Dadang Supriatna, yang lahir pada 7 Agustus 1971, adalah Bupati Bandung saat ini, menjabat sejak tahun 2021. Ia berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), setelah sebelumnya menjadi kader Golkar. Kiprah politiknya dimulai dari bawah, dengan menjadi Kepala Desa Tegalluar selama dua periode. Ia kemudian melanjutkan karirnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung dan DPRD Provinsi Jawa Barat. Pada Pilkada 2024, Dadang Supriatna kembali terpilih sebagai Bupati Bandung, didukung oleh koalisi besar partai politik.
Latar belakang keluarga Dadang Supriatna berasal dari keluarga sederhana petani dan pengrajin bata merah di Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Ia menikah dengan Emma Dety Permanawati dan memiliki tiga orang anak. Pendidikan formalnya ditempuh mulai dari MI Sapan, SMPN 2 Buahbatu, STM Igasar Pindad, hingga meraih gelar sarjana dan magister dari Universitas Langlangbuana. Saat ini, ia juga sedang menempuh program doktoral di Universitas Trisakti.
Karier politik Dadang Supriatna mengalami titik balik saat ia memutuskan untuk terjun langsung ke pemerintahan desa. Pengalamannya sebagai kepala desa selama dua periode memberikan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Kemenangannya dalam Pilkada Kabupaten Bandung menunjukkan dukungan luas dari masyarakat atas kepemimpinannya.
Dadang Supriatna dikenal dengan gaya komunikasi yang dekat dengan masyarakat, sering disapa dengan "Kang DS". Ia menekankan pentingnya koordinasi dan menghilangkan ego sektoral dalam pemerintahan. Orientasi pengambilan keputusannya didasarkan pada data yang akurat dan kebutuhan riil di lapangan. Ia juga berupaya membangun hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk partai politik lain.
Dadang Supriatna banyak dipengaruhi oleh pengalamannya tumbuh dari keluarga sederhana. Ia menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama dalam kepemimpinannya. Dalam spektrum politik, ia cenderung berada di posisi yang populis dan pro-ekonomi lokal.