Casytha Arriwi Kathmandu
Tokoh

Casytha Arriwi Kathmandu

Anggota DPD RI yang mewakili Jawa Tengah, dikenal karena fokus pada isu daerah dan keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Casytha Arriwi Kathmandu adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang mewakili Provinsi Jawa Tengah. Lahir di Surakarta pada 28 Desember 1987, ia menjabat sebagai anggota DPD RI sejak tahun 2019. Pada Pemilu 2024, Casytha kembali terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2024-2029 dengan meraih 3.567.338 suara, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan perolehan suara pada periode sebelumnya.

Casytha adalah putri dari Bambang Wuryanto, atau yang lebih dikenal dengan nama Bambang Pacul, seorang politisi senior PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Meskipun memiliki latar belakang keluarga politisi, Casytha memilih jalur independen melalui DPD RI. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan meraih gelar Master of Finance dari University of Melbourne. Sebelum terjun ke dunia politik, Casytha pernah bekerja di Bank Jateng, Bank Indonesia, PricewaterhouseCoopers Indonesia, dan menjadi dosen tidak tetap di Universitas Diponegoro.

Keterpilihan Casytha sebagai anggota DPD RI pada tahun 2019 dianggap sebagai sebuah kejutan, karena ia berhasil mengalahkan beberapa petahana. Sebagai anggota DPD RI, Casytha aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk rapat dengan Bank Sentral terkait pemulihan ekonomi melalui kebijakan moneter. Ia juga terpilih sebagai Ketua Umum DPW KNPI Jawa Tengah pada tahun 2022. Selain itu, Casytha menunjukkan perhatian terhadap dunia otomotif dengan mendukung penyelenggaraan kejuaraan daerah road race di Jawa Tengah.

Casytha dikenal sebagai sosok muda yang memiliki visi untuk memajukan daerah asalnya, Jawa Tengah. Salah satu agenda utama yang diperjuangkannya adalah menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai arah pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Ia berpendapat bahwa GBHN penting untuk memastikan kesinambungan pembangunan, meskipun terjadi pergantian pemerintahan.