Budi Gunawan
Tokoh

Budi Gunawan

Jenderal polisi purnawirawan dan tokoh intelijen Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menko Polhukam dan Kepala BIN.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Budi Gunawan lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 11 Desember 1959. Ia adalah seorang purnawirawan jenderal polisi dan tokoh intelijen Indonesia. Budi Gunawan dikenal karena kariernya yang panjang di kepolisian dan lembaga intelijen. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) pada Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto periode 2024-2029, namun kemudian dicopot dari jabatannya pada September 2025. Selain itu, Budi Gunawan juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Ketua Umum Pengurus Besar e-Sports Indonesia (PB ESI). Sebelum menjadi Menko Polhukam, ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di era Presiden Joko Widodo.

Karier Budi Gunawan dimulai setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1983. Ia dikenal sebagai lulusan terbaik di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri/Sespimpol (1988) dan Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhannas (2005). Ia juga meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan predikat *summa cum laude* pada tahun 2018. Selama berkarir di Polri, Budi Gunawan menduduki berbagai posisi penting, termasuk Ajudan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri (1999-2000) dan Ajudan Presiden Republik Indonesia (2000-2004). Jabatan strategis lain yang pernah diembannya antara lain Kapolresta Bogor, Kapolda Jambi, Kapolda Bali, dan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdikpol). Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Budi Gunawan dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di balik layar. Ia dinilai berperan penting dalam merajut komunikasi antara berbagai kubu politik, termasuk memfasilitasi pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto pasca-Pemilihan Presiden 2019. Budi Gunawan juga dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.