Bima Arya Sugiarto
Bima Arya Sugiarto adalah seorang politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia setelah sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode.
Biografi
Bima Arya Sugiarto, lahir di Bogor pada 17 Desember 1972, adalah seorang akademisi yang kemudian terjun ke dunia politik. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) sejak Oktober 2024. Sebelumnya, Bima Arya menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode, dari 2014 hingga 2024. Ayahnya, Toni Sugiarto, adalah seorang perwira polisi dan mantan anggota DPR dari Fraksi ABRI, sementara ibunya, Melinda Susilarini, adalah seorang tokoh dengan prestasi di Bogor. Bima Arya menikah dengan Yane Ardian dan memiliki dua anak.
Latar belakang pendidikan Bima Arya mencakup SDN Polisi IV, SMPN 1 Bogor, dan SMAN 1 Bogor. Ia kemudian meraih gelar sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung. Pendidikan tingginya dilanjutkan di Monash University dan Australian National University di Australia, di mana ia meraih gelar doktor Ilmu Politik. Semasa kuliah di Australia, Bima Arya aktif berorganisasi dan terpilih sebagai Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia.
Kariernya dimulai sebagai pengamat politik dan pendiri lembaga konsultan politik Charta Politika Indonesia. Ia kemudian terjun ke politik praktis dengan menjadi salah satu deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) pada tahun 1998. Sebelum menjadi Wali Kota Bogor, Bima Arya aktif sebagai dosen di Universitas Paramadina. Ia terpilih sebagai Wali Kota Bogor pada tahun 2013, berpasangan dengan Usmar Hariman, dan kembali terpilih untuk periode kedua pada tahun 2018, kali ini dengan Dedie Abdu Rachim. Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Wali Kota, ia ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri.
Sebagai Wali Kota, Bima Arya dikenal dengan upayanya melakukan perubahan dan penataan di Kota Bogor. Ia berupaya mengatasi berbagai persoalan kota seperti kemacetan, pengelolaan sampah, dan penataan kota. Gaya kepemimpinannya juga terlihat dari pemanfaatan media sosial untuk berkomunikasi dengan publik. Bima Arya juga dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Ketua Jaringan Kota Pusaka Indonesia.
Bima Arya mengakui kedekatannya dengan pemikiran Bung Karno, yang dipengaruhi oleh sejarah keluarganya. Ibunya diberi nama oleh Bung Karno, karena kakek Bima adalah kepala rumah tangga Istana Cipanas. Dalam spektrum politik, Bima Arya dikenal sebagai figur yang membawa semangat perubahan dan perbaikan tata kelola pemerintahan.