Benni Warlis
Tokoh

Benni Warlis

Benni Warlis adalah Bupati Agam periode 2025-2030, seorang politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pensiunan birokrat yang mengutamakan pembangunan berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Ir. H. Benni Warlis, MM, Datuak Tan Batuah, adalah Bupati Agam yang menjabat sejak 20 Februari 2025. Ia terpilih dalam pemilihan umum Bupati Agam 2024 dan berpasangan dengan Muhammad Iqbal. Sebelumnya, Benni Warlis adalah seorang birokrat yang memulai karirnya dari bawah dan mencapai posisi sebagai Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia. Ia pensiun pada tahun 2022. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Nagari dari 2021 hingga 2024. Benni Warlis juga pernah menjabat sebagai Penjabat Sementara Bupati Agam pada tahun 2020.

Benni Warlis lahir di Panampuang, Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat, pada 4 Oktober 1962. Ayahnya, Waham Amir, adalah seorang birokrat senior. Benni Warlis aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk KNPI, Badan Amil Zakat, dan Majelis Ulama Indonesia. Ia juga terlibat dalam berbagai yayasan pendidikan dan keagamaan di Kota Payakumbuh.

Karier Benni Warlis di birokrasi dimulai sebagai pegawai honorer pada tahun 1987. Ia kemudian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 1989. Sebelum menjadi Bupati Agam, ia menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Payakumbuh. Kemenangannya dalam Pilkada Agam 2024, yang diusung oleh PKS dan PPP, menandai titik balik dalam karirnya, dari seorang birokrat menjadi kepala daerah.

Benni Warlis dikenal dengan gaya kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama dan sinergi antara semua elemen pemerintahan dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Dalam pidato perdananya sebagai Bupati Agam, ia menyampaikan visi "Agam Madani yang Maju, Adil, dan Sejahtera".

Dalam spektrum politik, Benni Warlis mewakili arus pemikiran yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dalam pembangunan daerah. Program unggulannya, "Bangkik dari Surau," mencerminkan orientasi pada pembentukan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai agama dan budaya.