Bambang Eko Suhariyanto
Bambang Eko Suhariyanto adalah Wakil Menteri Sekretaris Negara sejak 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran, setelah berkarir di TNI dan Kementerian Pertahanan.
Biografi
Bambang Eko Suhariyanto lahir di Jember, Jawa Timur, pada 1 Oktober 1961. Ia memulai karir militernya setelah lulus dari Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepamilwa) TNI pada tahun 1987. Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2003, kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya pada tahun 2018. Pada 10 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat jenderal kehormatan bintang tiga kepadanya.
Karier profesional Bambang dimulai di TNI Angkatan Laut, dengan berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Hukum Setjen Kemhan). Pada tahun 2018, ia dilantik sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial. Pada 21 Oktober 2024, Bambang resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Sekretaris Negara di Kabinet Merah Putih.
Dalam kariernya di militer, Bambang telah menempuh berbagai pendidikan di dalam dan luar negeri, termasuk Sekkau (1996), Law Operation Course (Amerika, 1999), Seskoau (2002), Legal Adviser Course (Australia, 2003), Ilomo Course (Amerika, 2004), Air Law Course (Belanda, 2005), International Law Development Programs (Amerika, 2006), Susopsgab IV (2007), Operation Law Course For Senior Officer (Hawaii, 2007), dan Sesko TNI (2010). Tanda jasa yang dimilikinya antara lain Satyalancana Kesetiaan XVII Tahun, Satyalancana Santi Dharma, United Nation Medal (PBB), Satyalancana Dwidya Sistha, dan Satyalancana Kesetiaan XXIV Tahun.
Tetangga Bambang di Jember menggambarkan dirinya sebagai sosok yang sederhana dan cerdas sejak kecil. Ia dikenal tidak suka menonjolkan jabatannya dan memilih untuk berpenampilan biasa. Sebagai Wamensesneg, Bambang berperan dalam mendukung kelancaran tugas kepresidenan, termasuk koordinasi antar lembaga pemerintah, penyusunan kebijakan, dan komunikasi publik.