Bahlil Lahadalia
Pengusaha dan politikus Indonesia, saat ini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Ketua Umum Partai Golkar.
Biografi
Bahlil Lahadalia, lahir pada 7 Agustus 1976, adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak 19 Agustus 2024. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar sejak 21 Agustus 2024. Sebelumnya, Bahlil menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang kemudian bertransformasi menjadi Kementerian Investasi, di mana ia menjabat sebagai menteri pertama.
Bahlil lahir di Banda, Maluku Tengah. Ia berasal dari keluarga sederhana; ayahnya adalah seorang kuli bangunan dan ibunya seorang buruh cuci. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membentuk Bahlil menjadi pribadi yang mandiri sejak kecil. Ia memiliki delapan saudara kandung. Bahlil menikah dengan Sri Suparni dan dikaruniai lima orang anak.
Perjalanan karier Bahlil dimulai dari bawah. Saat SD, ia berjualan kue untuk membantu perekonomian keluarga. Saat SMP, ia menjadi kondektur angkot, kemudian menjadi sopir angkot saat SMA. Setelah lulus SMA, Bahlil melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura. Ia lulus pada usia 26 tahun karena terhambat kerusuhan Mei 1998. Selama kuliah, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sempat menjabat sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar HMI. Setelah lulus, Bahlil sempat bekerja di Sucofindo sebelum mendirikan tiga perusahaan: PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses. Ia kemudian meraih gelar Magister Sains di bidang Ekonomi dari Universitas Cenderawasih. Pada tahun 2024, Bahlil memperoleh gelar doktor dari Universitas Indonesia, namun gelar ini ditangguhkan.
Gaya komunikasi Bahlil dinilai dekat dengan akar rumput. Ia dikenal sebagai sosok yang berani dan memiliki loyalitas tinggi. Penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar disebut sebagai operasi senyap untuk mengamankan kendaraan politik bagi kepentingan penguasa.
Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Partai Golkar didirikan untuk mempertahankan ideologi Pancasila. Ia menekankan pentingnya menjaga kebhinekaan sebagai aset terbesar bangsa. Dalam konteks ideologi, Bahlil disebut sebagai ikon transformasi ideologis Golkar, mengembalikan partai tersebut ke akar Marhaenisme Soekarno.
Pandangan
Riwayat Jabatan
- Okt 2024 – Sekarang