Aus Hidayat Nur
Anggota DPR-RI dari PKS yang mewakili Kalimantan Timur, dikenal sebagai politikus yang berasal dari kalangan guru dan aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.
Biografi
Aus Hidayat Nur adalah seorang politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR-RI sejak 2018, menggantikan Hadi Mulyadi. Ia mewakili daerah pemilihan Kalimantan Timur. Aus merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan duduk di Komisi II. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Anggota DPR-RI pada periode 2009-2014. Dalam Pemilihan Legislatif 2024, Aus berhasil meraih 34.957 suara.
Lahir di Garut pada 20 Juli 1961, Aus Hidayat Nur memiliki latar belakang pendidikan yang solid. Ia menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMAN 8 Jakarta pada tahun 1980, kemudian melanjutkan pendidikan D-3 di LIPIA Jakarta hingga tahun 1983, dan meraih gelar S1 dalam bidang Sastra Arab dari Universitas Indonesia. Sebelum terjun ke dunia politik, Aus Hidayat Nur berprofesi sebagai guru di beberapa sekolah Islam di Jakarta, seperti SMP Islam Bahagia dan SMA Islam At-Taqwa. Ia juga pernah menjadi dosen di STAI Al-Qudwah, Depok.
Karier politik Aus Hidayat Nur mengalami titik balik ketika ia dipercaya menjadi Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur pada tahun 2018. Sebelumnya, ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk HMI Cabang Jakarta dan menjadi salah satu pendiri Partai Keadilan (sekarang PKS). Di PKS, ia pernah menjabat sebagai Ketua Wilayah Kalimantan dan Wakil Ketua Kaderisasi. Sebagai anggota DPR, ia pernah menjadi bagian dari Badan Legislasi dan Badan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.
Dikenal sebagai politikus yang sederhana dan dekat dengan masyarakat, Aus Hidayat Nur memiliki gaya komunikasi yang lugas dan mudah dipahami. Ia sering turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya di parlemen. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya soliditas partai dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Sebagai kader PKS, Aus Hidayat Nur memiliki basis ideologis yang kuat pada nilai-nilai Islam dan keadilan sosial. Ia menempatkan diri dalam spektrum politik nasional sebagai tokoh yang memperjuangkan kepentingan umat dan daerah, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan.