Arifatul Choiri Fauzi
Tokoh

Arifatul Choiri Fauzi

Arifatul Choiri Fauzi adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam Kabinet Merah Putih, serta Ketua Umum PP Muslimat NU periode 2025-2030.

Diperbarui 3 minggu lalu

Biografi

Arifatul Choiri Fauzi, lahir di Bangkalan, Madura, pada 28 Juli 1969, adalah seorang politikus dan tokoh perempuan yang aktif dalam organisasi keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Saat ini, ia menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk periode 2025-2030.

Arifatul berasal dari keluarga pesantren yang terpandang. Ayahnya adalah KH Muhammad Fauzi Asnawi, tokoh Pondok Pesantren Asshomadiyah, dan ibunya adalah Nyai Hj Syafiah. Ia juga merupakan adik dari Kiai Musyaffa Fauzi, ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah. Arifatul menikah dengan Ngatawi Al-Zastrow, seorang budayawan NU yang juga menjabat sebagai ketua Lesbumi PBNU dan dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta.

Lintasan karier Arifatul Choiri Fauzi mencakup berbagai bidang, mulai dari organisasi keagamaan, politik, hingga bisnis. Sebelum menjabat sebagai Menteri PPPA, ia aktif sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat NU. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024. Di dunia politik, keterlibatannya dalam berbagai pertemuan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pemerintahan. Selain itu, ia juga aktif sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI).

Arifatul dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen terhadap nilai integritas dan keadilan sosial. Hal ini tercermin dari keterlibatannya dalam berbagai inisiatif sosial, termasuk Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah. Gaya kepemimpinannya menekankan pentingnya mendengarkan dan menghargai pendapat anak, serta memperbanyak diskusi dengan anak.