AW
Tokoh

Angelius Wake Kako

Diperbarui 3 minggu lalu

Angelius Wake Kako adalah anggota DPD RI dari Nusa Tenggara Timur periode 2019-2024 dan 2024-2029, yang dikenal karena latar belakang aktivis dan perjuangan dari keluarga sederhana.

Biografi

Angelius Wake Kako, S.Pd., M.Si., adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT) selama dua periode, yakni 2019-2024 dan 2024-2029. Pria kelahiran Woloora, Ende, Flores ini, lahir pada 22 Januari 1990. Sebelum terjun ke dunia politik, Angelo dikenal sebagai aktivis dan pernah menjabat sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) periode 2016-2018.

Lahir dari keluarga sederhana, Angelo telah menempa diri dengan berbagai pekerjaan sejak kecil. Ia pernah menjadi loper koran, kondektur angkutan kota, buruh komoditi mete, hingga tukang ojek untuk membiayai pendidikannya. Pengalaman hidup yang keras ini membentuk karakternya menjadi pribadi yang pantang menyerah dan memiliki kepedulian terhadap kaum tertindas. Angelo menyelesaikan pendidikan dasar di SDK Katolik Woloora, SMPN 1 Maumere, SMAN 1 Ende, Universitas Flores Ende (S1 Pendidikan Matematika), dan Universitas Indonesia (S2 Kajian Ketahanan Nasional).

Keterlibatannya dalam PMKRI menjadi titik balik penting dalam kariernya. Di organisasi ini, ia menemukan panggilan untuk berjuang bagi keadilan sosial dan kemanusiaan. Angelo aktif menyuarakan aspirasi masyarakat kecil dan terlibat dalam berbagai aksi sosial. Pada tahun 2016, ia melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Setelah menyelesaikan masa jabatannya di PMKRI, Angelo terjun ke dunia politik dan berhasil terpilih menjadi anggota DPD RI pada tahun 2019.

Angelo dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki gaya komunikasi yang lugas. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan warga dan mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Sebagai anggota DPD, Angelo fokus pada isu-isu pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan hak-hak kaum minoritas. Ia juga aktif dalam memperjuangkan aspirasi NTT di tingkat nasional.

Secara ideologis, Angelo memiliki orientasi pada keadilan sosial dan keberpihakan terhadap kaum marginal. Pengalaman hidupnya sebagai anak dari keluarga sederhana dan aktivis PMKRI membentuk pandangan politiknya yang kritis terhadap ketimpangan sosial dan ekonomi. Ia meyakini bahwa pembangunan harus inklusif dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.