AA
Tokoh

Andrei Angouw

Diperbarui 3 minggu lalu

Andrei Angouw adalah Wali Kota Manado saat ini, politisi PDI Perjuangan, dan wali kota beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Biografi

Andrei Angouw, lahir pada 23 Mei 1971, adalah Wali Kota Manado, Sulawesi Utara, saat ini. Ia berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Andrei menjabat sebagai Wali Kota Manado sejak 10 Mei 2021 dan kembali menjabat pada periode 2025-2030. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara.

Ayahnya, Eddy Angouw, adalah seorang pemain bulu tangkis profesional dari Kabupaten Minahasa. Andrei menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Manado, kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di University of Southern California, Amerika Serikat, meraih gelar Bachelor of Science in Industrial and System Engineering pada tahun 1992 dan Master of Science in Engineering Management pada tahun 1994. Ia menikah dengan Irene G. Pinontoan dan memiliki empat orang anak: Ansell, Abillio, Anthony, dan Anabelle. Istrinya, Irene Pinontoan, adalah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2024-2029.

Karier politik Andrei dimulai pada tahun 2009 ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara. Ia terpilih kembali pada tahun 2014 dan menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Utara. Pada tahun 2016, ia menjadi Ketua DPRD Sulawesi Utara menggantikan Steven Kandouw. Andrei kembali terpilih menjadi anggota DPRD Sulawesi Utara pada tahun 2019. Pada tahun 2020, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Manado bersama Richard Sualang dan berhasil memenangkan pemilihan. Andrei Angouw menjadi wali kota beragama Konghucu pertama di Indonesia. Pelantikannya sebagai Wali Kota Manado pada 20 Februari 2025, dilakukan secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan dari agama Konghucu.

Andrei dikenal dekat dengan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. Ia juga menerima Bintang Kehormatan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada tahun 2018. Dalam menjalankan pemerintahan, Andrei menunjukkan nilai toleransi antar umat beragama. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan nilai-nilai keluarga sebagai pondasi negara.