Andi Sofyan Hasdam
Andi Sofyan Hasdam adalah seorang politikus Indonesia, dokter spesialis saraf, mantan Wali Kota Bontang, dan anggota DPD RI periode 2024-2029.
Biografi
Andi Sofyan Hasdam, lahir di Makassar pada 4 Februari 1956, adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih dari daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk masa jabatan 2024-2029. Ayahnya, Haji Andi Sewang Daeng Muntu (Hasdam), adalah mantan anggota DPR RI hasil pemilu 1955. Sebelum terjun ke dunia politik, Andi Sofyan Hasdam berprofesi sebagai dokter spesialis saraf. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Bontang selama dua periode, dari tahun 2001 hingga 2011.
Riwayat pendidikan Andi Sofyan Hasdam dimulai dari SD Negeri 001 Labakkang (1967), SMP Negeri 001 Labakkang (1970), SMA Negeri Pangkajene (1972), dan SMA Negeri 003 Ujung Pandang (1973). Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (lulus 1981) dan meraih gelar dokter spesialis saraf dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya pada tahun 1988. Selain pendidikan formal di bidang kedokteran, Andi Sofyan Hasdam juga memiliki gelar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (2019).
Keterlibatan Andi Sofyan Hasdam dalam organisasi kemasyarakatan cukup aktif. Ia tercatat pernah menjadi Ketua PW Muhammadiyah Kaltim. Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi lain, termasuk Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Meskipun pernah menjadi politikus Partai Golkar dan kemudian berpindah ke Partai NasDem, saat ini ia tidak terikat dengan partai politik tertentu. Istrinya, Neni Moerniaeni, juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Bontang (2016-2021 dan 2025-sekarang), dan putranya, Andi Faizal Sofyan Hasdam, pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Bontang (2019-2024).
Sebagai seorang dokter yang kemudian terjun ke dunia politik, Andi Sofyan Hasdam mewakili perpaduan antara pendekatan ilmiah dan kebutuhan masyarakat. Pengalamannya sebagai dokter spesialis saraf kemungkinan memengaruhi cara pandangnya terhadap masalah-masalah kesehatan dan sosial. Dengan latar belakang organisasi yang kuat, ia tampaknya memiliki kemampuan untuk membangun jaringan dan menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.