Andi Harun
Wali Kota Samarinda dua periode yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sumber daya manusia.
Biografi
Andi Harun adalah Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menjabat untuk periode 2021–2025 dan 2025–2030. Ia lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 12 Desember 1972. Sebelum menjadi wali kota, Andi Harun merupakan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur selama lima periode dari tahun 1999 hingga 2020. Dalam Pilkada Samarinda 2020, Andi Harun berpasangan dengan Rusmadi Wongso dan berhasil memenangkan pemilihan. Pada Pilkada 2024, ia kembali terpilih sebagai Wali Kota Samarinda untuk periode kedua (2025–2030), kali ini berpasangan dengan Saefuddin Zuhri. Pelantikannya sebagai Wali Kota Samarinda periode 2025-2030 dilakukan di Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto.
Andi Harun memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dari UVRI Makassar (2002), Sarjana Hukum dari UMI Makassar (2011), Magister Ilmu Ekonomi dari Universitas Mulawarman Samarinda (2007), dan Doktor Ilmu Hukum dari UMI Makassar (2016). Selain berkarir di politik, Andi Harun juga seorang pengusaha. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Indoenergi Kaltim sejak 2005 dan Komisaris Utama PT REI Energy Investama sejak 2007. Andi Harun menikah dengan Rinda Wahyuni dan memiliki tiga orang anak. Anak sulungnya, Muhammad Afif Reyhan, menjadi anggota DPRD Samarinda pada tahun 2021.
Perjalanan politik Andi Harun dimulai pada tahun 1999. Ia pernah menjadi Ketua Komisi E DPRD Provinsi Kalimantan Timur (1999–2004), Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (2004–2009), dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur (2009–2014). Andi Harun tercatat pernah bergabung dengan beberapa partai politik, termasuk PAN, Partai Patriot Pancasila, Golkar, dan Gerindra. Pada Juli 2024, Prabowo Subianto memberhentikan Andi Harun dari jabatannya sebagai Ketua DPD Gerindra Kalimantan Timur.
Andi Harun dikenal sebagai sosok yang menekankan pentingnya pendidikan dan kerja keras. Ia menyampaikan bahwa latar belakang keluarga yang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran, keberanian mengakui kesalahan, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dalam kepemimpinan.