Airin Rachmi Diany
Politikus Golkar, mantan Wali Kota Tangerang Selatan dua periode, dan anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029.
Biografi
Airin Rachmi Diany adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029. Sebelumnya, ia dikenal luas sebagai Wali Kota Tangerang Selatan selama dua periode, dari 2011 hingga 2021. Basis politiknya adalah Partai Golkar, meskipun ia sempat diusung oleh PDI Perjuangan dalam pencalonan Gubernur Banten tahun 2024.
Lahir di Banjar, Jawa Barat, pada 28 Agustus 1976, Airin menempuh pendidikan hukum di Universitas Parahyangan (S1), Universitas Padjadjaran (S2 dan S3). Ia memulai kariernya sebagai notaris sebelum terjun ke dunia politik. Airin juga dikenal karena prestasinya di bidang non-politik, termasuk menjadi Mojang Parahyangan Bandung dan Mojang Provinsi Jawa Barat pada tahun 1995, serta Puteri Indonesia Favorit dan Puteri Indonesia Pariwisata pada tahun 1996. Ia menikah dengan Tubagus Chaeri Wardana dan memiliki dua anak.
Titik balik penting dalam karier Airin adalah terpilihnya ia sebagai Wali Kota Tangerang Selatan pada tahun 2011, menjadikannya wali kota pertama di kota tersebut. Meskipun sempat ada laporan pelanggaran kampanye, ia berhasil terpilih kembali pada periode berikutnya. Namanya juga sempat tersorot media terkait kasus korupsi yang menjerat suaminya dan kakak iparnya, Ratu Atut Chosiyah. Pada Pemilu 2024, Airin meraih suara terbanyak di Dapil Banten III dan terpilih menjadi anggota DPR RI.
Airin dikenal sebagai sosok perempuan yang aktif dan berjiwa sosial. Gaya kepemimpinannya selama menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan ditandai dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan IPM. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, termasuk sebagai Ketua PMI Kota Tangerang Selatan.
Airin banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial yang ditanamkan oleh orang tuanya sejak kecil. Dalam spektrum politik, ia cenderung menempatkan diri sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak, serta peningkatan kualitas pendidikan. Airlangga Hartarto, mantan Ketua Umum Partai Golkar, bahkan menyebutnya sebagai *role model* kader Partai Golkar secara nasional.