AL
Tokoh

Ahmad Labib

Diperbarui 3 minggu lalu

Ahmad Labib adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Golkar yang menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029, mewakili daerah pemilihan Jawa Timur X.

Biografi

Ahmad Labib, lahir di Lamongan, 11 Februari 1979, adalah anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Partai Golkar, mewakili daerah pemilihan Jawa Timur X (Gresik-Lamongan). Ia bertugas di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, dan Badan Usaha Milik Negara. Sebelum terjun ke politik, Labib dikenal sebagai pengusaha, akademisi, dan aktivis Muhammadiyah.

Labib aktif di organisasi Muhammadiyah, pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (2015-2018). Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur (2012-2014). Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015-2022) dan Bendahara Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh PP Muhammadiyah. Di Partai Golkar, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Satuan Karya Ulama Partai Golkar (2021-2026).

Labib juga memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Ia pernah menjadi Dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Sennior Assistant Professional di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Republik Indonesia (2015-2019) dan Direktur PUSPEKNAS (Pusat Pengkajian Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Nasional) (2019-2021).

Kemenangan Labib dalam Pemilu 2024 mengantarkannya menjadi wajah baru di Senayan, menggantikan incumbent dari partai yang sama. Ia berhasil meraih 78.196 suara, mengungguli Dyah Roro Esti. Labib dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan memiliki komitmen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Sebagai politisi dari kalangan Muhammadiyah dan pernah berkecimpung di bidang ekonomi, Labib berpotensi mewakili arus pemikiran yang mengedepankan nilai-nilai Islam berkemajuan dan pembangunan ekonomi yang inklusif. Gaya kepemimpinannya kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh pengalaman organisasi dan latar belakang akademisnya.