AA
Tokoh

Abustan Andi Bintang

Diperbarui 3 minggu lalu

Abustan Andi Bintang adalah Wakil Bupati Barru periode 2025-2030, seorang birokrat berpengalaman yang menempuh jalur politik setelah puluhan tahun berkarier sebagai ASN.

Biografi

Abustan Andi Bintang, lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 4 November 1968, adalah Wakil Bupati Barru periode 2025-2030. Ia mendampingi Bupati Andi Ina Kartika Sari setelah memenangkan Pilkada Barru 2024 dengan dukungan delapan partai politik. Sebelumnya, Abustan dikenal sebagai birokrat senior di Kabupaten Barru, menghabiskan hampir tiga dekade sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum pensiun dini untuk terjun ke politik.

Latar belakang pendidikannya mencerminkan komitmennya pada pembangunan wilayah dan pertanian. Ia meraih gelar sarjana di bidang Teknologi Hasil Pertanian dari Universitas "45", kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Hasanuddin dengan fokus pada Perencanaan dan Pembangunan Wilayah. Gelar doktornya diraih dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan spesialisasi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan.

Kariernya sebagai birokrat dimulai pada tahun 1995 di Sekretariat Daerah Kabupaten Barru. Ia kemudian menduduki berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bidang Ekonomi Sosial Budaya di Bappeda, Camat Barru, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Pendidikan. Puncak kariernya di birokrasi adalah saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Barru. Pengalaman yang luas di berbagai bidang pemerintahan ini memberikan bekal penting baginya untuk memimpin sebagai wakil bupati.

Sebagai seorang pemimpin, Abustan dikenal dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Ia memiliki gaya komunikasi yang terbuka dan inklusif, serta selalu berusaha mencari solusi terbaik untuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Barru. Ia juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Abustan memiliki basis ideologis yang kuat dalam pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam pembiayaan pembangunan dan mendorong pendekatan *Green and Blue Economy* untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan mendukung penguatan nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda.