AM
Tokoh

Abdul Muhaimin Iskandar

Diperbarui 3 minggu lalu

Politisi Indonesia, Ketua Umum PKB sejak 2005, dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sejak 2024.

Biografi

Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Gus Imin atau Cak Imin, adalah seorang politisi Indonesia yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2024. Ia juga merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak tahun 2005. Kiprah politiknya dimulai sejak era reformasi, dan ia dikenal sebagai salah satu pendiri PKB bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 September 1966, Muhaimin berasal dari keluarga pesantren. Ayahnya, Muhammad Iskandar, adalah seorang guru di Pondok Pesantren Manbaul Ma'arif. Ia merupakan keturunan KH. Bisri Syansyuri, salah seorang ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama. Pendidikan formalnya ditempuh di Madrasah Tsanawiyah Negeri Jombang dan Madrasah Aliyah Negeri I Yogyakarta. Ia kemudian meraih gelar sarjana dari FISIP UGM dan magister dari Universitas Indonesia.

Kariernya di PKB terbilang cepat. Pada usia muda, ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal PKB pada awal pendirian partai. Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI dari PKB pada Pemilu 1999 dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004. Sempat menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2009-2014, Muhaimin juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI. Pada tahun 2024, Muhaimin Iskandar mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden, mendampingi Anies Baswedan.

Muhaimin dikenal sebagai politisi yang memiliki karakter toleran dan santun. Ia mampu berkoalisi dengan berbagai pihak demi kemaslahatan umat dan sesuai dengan garis partai PKB. Gaya kepemimpinannya juga terlihat dari kemampuannya dalam mengelola organisasi dan menjaga soliditas PKB. Ia juga dikenal sebagai sosok yang tegas, bahkan berani melawan pamannya sendiri, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dalam dinamika politik.

Sebagai Ketua Umum PKB, Muhaimin memiliki peran sentral dalam menjaga ideologi partai. Ia menekankan pentingnya ideologi yang kuat bagi kader PKB agar tidak terjerumus pada pragmatisme politik. Muhaimin mendorong kader PKB untuk memahami Mabda Siyasi dan Mabadi Khairo Ummah sebagai landasan perjuangan politik. Ia berupaya menjadikan PKB sebagai teladan bagi sistem politik Indonesia di masa depan.