AM
Tokoh

Abdul Mu'ti

Diperbarui 3 minggu lalu

Akademisi dan tokoh Muhammadiyah yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 2024, dikenal karena pandangan moderat dan toleran.

Biografi

Abdul Mu'ti, lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 September 1968, adalah seorang akademisi dan tokoh publik yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 21 Oktober 2024. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Latar belakangnya sebagai cendekiawan Muslim dan pengalamannya di dunia pendidikan menjadikannya figur penting dalam pemerintahan saat ini.

Mu'ti berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan dan nilai-nilai keagamaan. Pendidikan formalnya dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah di Kudus. Ia kemudian meraih gelar Sarjana dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang pada tahun 1991. Pendidikan Magisternya diperoleh dari School of Education, Flinders University di Australia, dan gelar Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Disertasinya meneliti pengalaman siswa Kristen di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Karier Mu'ti dimulai sebagai dosen di IAIN Walisongo pada tahun 1993. Pada tahun 2011, ia diangkat menjadi Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah hingga 2017. Kemudian, pada 2019, ia menjabat sebagai Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan hingga lembaga tersebut dibubarkan pada tahun 2021. Pada Desember 2020, ia menolak tawaran menjadi wakil menteri pendidikan dan kebudayaan. Selain itu, ia juga aktif menulis buku dan opini di berbagai media.

Sebagai seorang tokoh Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dikenal sebagai sosok yang moderat dan toleran. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, serta forum dialog antar iman di dalam dan luar negeri. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dan Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Abdul Mu'ti mewakili arus pemikiran Islam moderat yang menekankan pada pendidikan, kemajuan, dan toleransi. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi lintas agama menunjukkan komitmennya terhadap dialog antaragama, pluralisme, dan perdamaian global. Ia dipandang sebagai intelektual Muslim yang memiliki visi pendidikan inklusif dan berfokus pada pengembangan karakter bangsa.