AH
Tokoh

Abdul Hamid Wahid

Diperbarui 3 minggu lalu

Abdul Hamid Wahid adalah Bupati Bondowoso periode 2025-2030, seorang akademisi, ulama, dan politikus dengan rekam jejak panjang di dunia politik.

Biografi

Abdul Hamid Wahid, yang lebih dikenal dengan nama Lora Hamid, adalah Bupati Bondowoso ke-29 yang menjabat untuk periode 2025-2030. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelum menjabat sebagai bupati, Hamid Wahid adalah Rektor Universitas Nurul Jadid pertama sejak 2017 hingga 2025. Kiprahnya di dunia politik juga mencakup dua periode sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2004-2014.

Lahir di Probolinggo pada 4 September 1971, Hamid Wahid memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia dikenal aktif dalam dunia pendidikan. Sebelum terjun ke politik, ia merupakan seorang dosen tetap di Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid sejak tahun 1996. Pada 2026, Abdul Hamid Wahid meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dari UIN Khas Jember.

Lintasan karier politik Hamid Wahid dimulai sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo pada tahun 2003-2004. Setelah itu, ia terpilih menjadi Anggota DPR RI selama dua periode. Pada masa tugasnya di DPR RI, ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X dan Wakil Ketua Fraksi PKB di MPR RI. Kemenangannya dalam Pilkada Bondowoso 2024 dan pelantikannya sebagai bupati menandai puncak karier politiknya.

Sebagai seorang pemimpin, Hamid Wahid dinilai mampu mengubah potensi ekonomi Bondowoso menjadi peluang yang produktif. Gaya kepemimpinannya menekankan pada kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan komunitas lokal untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan. Ia juga dikenal dekat dengan tokoh-tokoh nasional.

Hamid Wahid memiliki basis ideologis yang kuat sebagai seorang ulama dan akademisi. Ia aktif sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) pusat. Dengan latar belakang pesantren dan pengalaman di dunia politik, Hamid Wahid mewakili arus pemikiran yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan modernitas dalam pembangunan daerah.