AH
Tokoh

A. Halim Iskandar

Diperbarui 3 minggu lalu

Politisi PKB, mantan Menteri Desa, kini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 mewakili Jawa Timur.

Biografi

Abdul Halim Iskandar, yang akrab disapa Gus Halim, adalah seorang politikus Indonesia yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VIII. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo periode 2019-2024. Gus Halim juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Timur dari tahun 2014 hingga 2019.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 14 Juli 1962, Abdul Halim Iskandar memiliki latar belakang keluarga yang kuat dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Ia adalah cicit dari Bisri Syansuri, seorang tokoh NU terkemuka, dan kakak dari Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB. Pendidikan formalnya ditempuh di berbagai pesantren, termasuk Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Malang (UM).

Karier politik Abdul Halim Iskandar dimulai sejak tahun 1999, ketika ia menjabat sebagai Ketua DPC PKB Jombang. Ia kemudian terpilih menjadi Ketua DPW PKB Jawa Timur. Pengalaman legislatifnya dimulai sebagai Ketua DPRD Kabupaten Jombang, kemudian berlanjut sebagai Wakil Ketua dan Ketua DPRD Jawa Timur. Penunjukan dirinya sebagai Menteri Desa pada tahun 2019 menjadi puncak karier eksekutifnya. Pada September 2024, ia mengundurkan diri dari jabatan menteri untuk fokus pada perannya sebagai anggota DPR RI.

Sebagai seorang politisi yang berasal dari kalangan pesantren dan NU, gaya kepemimpinan Abdul Halim Iskandar cenderung inklusif dan moderat. Ia dikenal dekat dengan para tokoh agama dan masyarakat sipil. Dalam mengelola organisasi, ia menekankan pentingnya profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Ia juga memiliki perhatian khusus terhadap isu-isu pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, dan keadilan sosial.

Basis ideologis Abdul Halim Iskandar berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah yang moderat dan nasionalis. Ia banyak dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran tokoh NU, seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang menekankan pentingnya toleransi, demokrasi, dan keadilan sosial. Dalam spektrum politik nasional, ia menempatkan diri sebagai seorang nasionalis religius yang memperjuangkan kepentingan rakyat kecil dan kelompok marginal.