Potensi Tergerusnya Produk Domestik Bruto (PDB) Akibat Koperasi Merah Putih
Lembaga terkait
Visualisasi
- Tahun 1
- Tahun 2
- Tahun 3
- Tahun 4
- Tahun 5
- Tahun 6
Keterangan
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang semula mengemban janji besar untuk mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kemakmuran masyarakat kini terancam gagal memenuhi ekspektasi tersebut. Kemakmuran sebuah negara yang sehat dan lahir dari produktivitas nyata umumnya ditandai dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang baik—yaitu jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha di suatu negara dalam periode tertentu, yang menjadi indikator utama kesehatan ekonomi nasional. Sayangnya, alih-alih menjadi motor penggerak kesejahteraan jangka panjang, kehadiran Koperasi Merah Putih justru diproyeksikan berisiko menggerus angka PDB nasional di masa mendatang.
Kekhawatiran ini didasarkan pada hasil riset dan perhitungan dampak yang dilakukan oleh Center of Economic and Law Studies (Celios). Berdasarkan analisis lembaga riset tersebut, dampak positif terhadap penciptaan PDB nasional diproyeksikan hanya akan terjadi pada tahun pertama pelaksanaan program, yakni dengan sumbangan sebesar Rp179,69 triliun. Angka pertumbuhan di awal ini pun sebenarnya dipicu oleh faktor eksternal, yakni adanya suntikan tambahan modal senilai Rp141,62 triliun yang disalurkan melalui sektor perbankan untuk menyokong program tersebut.
Namun, stimulus di awal tersebut tidak bertahan lama karena adanya konsekuensi ekonomi lainnya yang membayangi. Celios memprediksi bahwa pada tahun-tahun berikutnya, Indonesia akan mengalami penurunan PDB akibat adanya biaya kesempatan (opportunity cost) serta risiko pembiayaan yang berpotensi muncul ke permukaan. "Kontraksi yang cukup tajam dan berkelanjutan dimulai dari penurunan Rp24,01 triliun di tahun kedua hingga mencapai minus Rp59,76 triliun di tahun keenam," tulis Celios dalam laporan bertajuk Dampak Ekonomi Koperasi Merah Putih. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, total nilai risiko penurunan PDB akibat program Koperasi Merah Putih ini diprediksi akan menggerus perekonomian hingga mencapai Rp9,85 triliun.