Pengeluaran Wisatawan Domestik RI pada 2025
Lembaga terkait
Visualisasi
Keterangan
Sepanjang tahun 2025, rata-rata wisatawan Nusantara (wisnus) menghabiskan Rp2,44 juta per perjalanan. Sayangnya, perputaran uang tersebut masih mandek di kebutuhan dasar saja: akomodasi (21,43%), makanan dan minuman (19,68%), serta transportasi (18,34%).
BPS menilai dominasi ketiga komponen ini sebenarnya wajar karena selalu muncul dalam setiap perjalanan. “Dalam jangka pendek, pola ini mampu mendorong aktivitas ekonomi secara cepat melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan permintaan jasa pendukung,” jelas BPS dalam laporannya.
Namun, ada lampu kuning yang menyala. Tingginya konsentrasi belanja pada kebutuhan pokok ini membuat multiplier effect (efek berganda) bagi ekonomi warga lokal menjadi sangat minim. Fenomena ini terjadi karena wisnus lebih memilih menginap di hotel berbintang ketimbang akomodasi warga, makan di restoran waralaba, atau enggan menggunakan transportasi lokal.
Dampaknya, sektor-sektor dengan keterkaitan lokal yang tinggi—seperti industri kreatif, paket wisata daerah, pelaku hiburan, hingga perajin cenderamata—hanya mendapatkan porsi remah-remah. Uang wisatawan tidak berputar lama di daerah tersebut, melainkan langsung terbang kembali ke kota asal.
“Akibatnya, peningkatan mobilitas wisnus belum sepenuhnya terkonversi menjadi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, karena sebagian nilai ekonomi cepat mengalir keluar wilayah tujuan,” kata BPS.