Nilai Inflasi Indonesia Bulanan
Visualisasi
Keterangan
Inflasi bulanan Indonesia diukur melalui Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap bulan. Indikator ini mencerminkan perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga di 44 ibu kota provinsi dan kabupaten, menjadikannya rujukan utama bagi Bank Indonesia dan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Pada Juni 2026, inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,34%, meningkat dari 3,08% pada Mei 2026. Secara bulanan, harga konsumen naik 0,44% pada Juni 2026, lebih tinggi dari 0,28% pada bulan sebelumnya. Meskipun demikian, angka inflasi tahunan ini masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia yaitu 1,5%–3,5%.
Kenaikan inflasi pada Juni 2026 didorong oleh semua komponen, termasuk makanan sebesar 4,67% dan transportasi yang melonjak menjadi 4,57%. Inflasi inti, yang mengecualikan harga pangan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah, juga meningkat menjadi 2,76% pada Juni 2026, mencapai level tertinggi dalam 38 bulan. Faktor domestik seperti harga pangan dan biaya distribusi menjadi pendorong utama.
Data inflasi bulanan memiliki implikasi signifikan bagi negara, karena memengaruhi daya beli masyarakat, biaya hidup, dan ruang gerak kebijakan moneter. Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan inflasi secara cermat, dan kebijakan dapat disesuaikan jika tekanan inflasi berlanjut di luar target, guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.