Badan Gizi Nasional Habiskan Rp 88 Triliun untuk MBG Sampai Mei 2026
Visualisasi
- Jan
- Feb
- Mar
- Apr
- Mei
Keterangan
Anggaran makan bergizi gratis (MBG) yang semula mendapat gelontoran APBN Rp 268 Triliun, baru terserap Rp 88 Triliun. Belanja anggaran tersebut menjangkau 63,13 juta penerima manfaat, yang tersalur ke 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Penerima manfaat MBG terdiri atas 48,9 juta siswa dan 14,3 juta non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Seiring pergantian pucuk pimpinan dan momentum efisiens, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, menargetkan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi cakupan penerima manfaat. "Meskipun anggaran kami sekarang sudah dipotong dari Rp335 triliun menjadi tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa diturunkan lagi. Namun, efisiensi tidak mengurangi sasaran penerima manfaat," kata Nanik, Kamis (4/6/2026).
Dengan sisa anggaran yang cukup besar, BGN akan melakukan penyesuaian penerima manfaat dengan fokus pada kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Kualitas program juga disorot karena BGN melakukan moratorium pembangunan dapur SPPG baru, pembenahan dapur SPPG yang telah beroperasi, serta pelaksanaan program MBG di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).